Colombose's Blog

Lestarikan budaya Indonesia & dan saling membantu..

Sisi & Efek Negatif Bisnis MLM

Posted by badakberculasatu on January 13, 2010

MLM atau singkatan dari Multi Level Marketing adalah bisnis yang cukup disukai oleh banyak orang termasuk di negara kita Indonesia. Banyak produk dari perusahaan yang menggunakan sistem MLM sebagai cara untuk memasarkan produknya ke konsumen. Tidak semua produk yang dipasarkan lewat sistem multi level marketing / mlm bisa sukses dan diterima oleh masyarakat karena banyak faktor seperti produk, harga, distribusi dan promosi yang menentukan keberhasilan suatu produk dan sistem.

MLM biasanya membuat peserta atau anggotanya untuk mencari anggota lain dengan imbalan tertentu secara berjenjang. Orang yang mendapatkan banyak anggota yang rajin membeli barang akan mendapat keuntungan yang berlipat ganda daripada anggota / member yang hanya membeli saja tanpa mencari anggota / bawahan. Dengan mendapatkan banyak anggota yang terdaftar hasil bujukannya serta menularkan kemampuan mencari member kepada bawahannya maka dipastikan orang itu akan sukses bermain mlm dan mendapatkan berbagai insentif, bonus, dsb.

Artikel ini hanya membantu memberikan gambaran akan hal-hal yang negatif dari permainan dan bisnis mlm yang tidak baik. Artikel ini dapat membantu mengingatkan orang yang terjun ke dunia MLM untuk tidak hanya mengejar keuntungan belaka. Semua terserah pada anda apakah mau percaya atau tidak karena ini hanya pandangan / opini seseorang yang sedikit memperhatikan sistem mlm. Berikut ini adalah sisi negatif dari bisnis MLM menurut saya :

1. Sistem Yang Lebih Menghasilkan Disukai

Seseorang yang sudah mental mlm terkadang hanya memikirkan keuntungan yang didapat saja tanpa memperhatikan kualitas produk yang dipasarkannya. Jika produk yang dipasarkannya hanya memberikan sistem dengan keuntungan yang minim, maka ia akan beralih ke produk lain dengan sistem pendapatan yang lebih besar walaupun kualitasnya lebih buruk. Sebaiknya jangan hanya tertarik pada apa yang diberikan sistem mlm kepada anda, tetapi kegunaan dan kunggulan produk mlm agar dapat bertahan di masa depan.

2. Harga Produk Lebih Mahal

Sistem mlm perusahaan dalam memasarkan produk terkadang terlalu memberikan iming-iming uang, bonus, insentif, dan lain sebagainya yang sangat besar. Sistem MLM bertingkat dengan pembagian keuntungan berjenjang membutuhkan marjin keuntungan yang besar dari penjualan setiap produk. Mungkin harga dasar produksi produk mlm tersebut sangat jauh lebih rendah dari harga yang ditawarkan kepada konsumen akhir. Karena mungkin sebagian besar kuntungan penjualan dibagi-bagi untuk perusahaan dan anggota upline yang berada di atas kita.

Jangan mudah percaya jika ada yang bilang harga produk mlm lebih murah dari produk tanpa sistem mlm. Justru sistem mlm butuh insentif besar untuk membiayai anggotanya. Produk yang dijual biasanya yang unik yang tidak dijual di pasaran agar konsumen tidak tahu harga yang seharusnya jika produk itu dijual melalui sistem pasar. Sebaiknya anda hati-hati pada produk mlm yang ditetapkan sangat tinggi dan memberikan bonus dan insentif yang amat tinggi karena jika ada produk serupa muncul dipasaran dengan fungsi dan kegunaan yang sama serta harga yang jauh lebih murah maka bisnis mlm anda sangat terancam.

3. Kehilangan Devisa Negara

Umumnya produk mlm adalah produk luar negeri seperti jamu, makanan, minuman dan lain sebagainya. Jelas uang yang kita belanjakan sebagian ada yang lari ke luar negeri dan memberi efek yang buruk terhadap perekonomian Indonesia karena produk nasional jadi kurang laku dan omset berkurang. Sebaiknya jangan terlalu bergantung pada produk impor. Bantu produk negeri sendiri atau bahkan ciptakan produk lokal yang mampu sukses dengan sistem mlm sampai ke seluruh dunia sehingga anda membantu tanah air menjadi lebih makmur.

4. Bisa Mengganggu Orang Lain

Orang yang tidak suka dan mengerti pada bisnis mlm umumnya akan diajak untuk masuk bergabung menjadi anggota dengan berbagai cara oleh seseorang baik yang dikenal dekat maupun tidak dikenal. Karena produk yang ditawarkan tidak umum dan hanya dijual melalui sistem mlm, maka orang yang diajak biasanya percaya saja pada info produk yang diberikan. Ditambah dengan iming-iming keuntungan berlipat ganda dan bisa menjadi orang kaya dengan cepat hal itu terkadang cukup mengganggu dan membuat bingung orang yang diajak.

Yang mengajak pun umumnya agak memaksa dan agresif demi mencapai level tertinggi yang justru bisa membuat yag diajak jadi muak. Yang mengajak umumnya akan mempersiapkan teknik dan strategi untuk mencari anggota sebanyak-banyaknya. Jadi orang yang diajak akan dijebak dalam ajakan yang sistematis dan ditekan untuk diajak bergabung dengan cara yang cantik. Sebaiknya dalam mengajak orang lain bergabung pemain mlm tidak memaksa dengan berbagai cara. Hentikan jika yang diajak sudah tidak tertarik.

5. Pemenang Dapat Kembali Ke Level Bawah

Orang yang telah berhasil mencapai tingkatan tertinggi dapat tumbang jika anggota di bawahnya mulai menggunakan produk lain, bergabung dengan sistem mlm lain, dll. Bahkan tidak menutup kemungkinan tdak mendapatkan apa-apa lagi ketika sudah tidak ada bawahan yang menggunakan produk itu lagi. Sebaiknya perhitungkan kemungkinan ini jika anda bermain di mlm produk yang perkembangan ke depannya akan kurang disukai karena kualitas yang buruk akibat hanya mengejar besar keuntungan saja.

6. Mental MLM Jangan Berlebihan

Orang yang masuk ke dalam angan-angan bisnis mlm terkadang lupa kalau suatu saat semua bisa hilang. Seseorang bisa lupa daratan dan mendedikasikan dirinya hanya pada mlm dan meninggalkan pekerjaan yang dijalaninya. Mudah terpancing ketika ada tawaran mlm baru yang insentifnya lebih baik dan berupaya selalu menjadi member yang pertama masuk agar lebih gampang menarik anggota baru.

Pecinta MLM umumnya terobsesi pada keuntungan yang akan didapatnya tanpa melihat produk yang dibawanya serta dapat saja mengorbankan teman, kerabat, sahabat dan orang lain yang tidak dikenalnya dengan mengajak dengan agresif masuk menjadi anggota. Justru yang sangat dibutuhkan negara adalah orang-orang yang bermental kreatif dan inovatif untuk menciptakan produk unggulan yang mampu sukses di luar negri baik dengan sistem biasa maupun sistem mlm untuk meraup dollar, rupee, ringgit, dinar, peso, dkk.

7. Waspada Informasi Produk Yang Tidak Jujur

Terkadang produk yang buruk pun akan dibilang bagus. Produk yang mahal dibilang murah. Produk yang manfaatnya sedikit digembar-gemborkan agar kelihatan banyak manfaatnya, dll. Mungkin apabila diteliti dan ditelusuri lagi, manfaat yang didapat mungkin tidak begitu besar dari yang ditawarkan atau ada produk lain yang lebih murah dengan manfaat yang jauh tidak berbeda. Produk dibuat sedemikian rupa sehingga konsumen menganggap produk tersebut ekslusif dengan tidak ada produk sama di pasaran. Sebaiknya pemain mlm memberikan info produk yang sebenar-benarnya agar tidak merugikan orang lain.

8. Korban MLM Produk Buruk Membayar Lebih Tinggi Dari Nilai

Yang menjadi korban adalah orang yang menjadi anggota atau konsumen produk yang dipasarkan melalui teknik / sistem mlm (multi level marketing) yang tidak mendapat anggota bawahan, tidak punya kemampuan mencari anggota bawahan dan yang hanya sebagai konsumen akhir. Semua membayar jauh lebih tinggi dari seharusnya untuk membayar orang yang mengajaknya serta atasan-atasannya. Bagi orang yang ingin membeli produk mlm sebaiknya mempelajari nilai dari suatu produk dibandingkan dengan harga. Jika lebih baik anda sah-sah saja membayar harga tinggi untuk produk super.

9. Permainan Uang / Money Game Skema Piramida

Bisnis MLM yang booming dan mulai menjadi bagian dalam masyarakat tentu akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjual produk yang berkualitas buruk dengan harga tinggi namun memberikan insentif yang tinggi kepada pada anggota sistem MLMnya. Sebaiknya para pecinta MLM mempelajari produk yang ditawarkan sebelum bergabung pada suatu bisnis MLM. Terjebak dalam money game akan sangat merugikan anda karena perkembangan ke depannya, produk yang kurang baik akan ditinggalkan konsumen. DI negara lain pun seperti Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat, money game dilarang oleh pemerintah. Sebaiknya anda menganalisa suatu sistem MLM sebelum bergabung mulai dari kualitas produk serta insentif / bonus yang akan diterima. Jangan hanya mengandalkan insentif saja, namun juga kewajaran bonus insentif yang akan anda dapat.

Mungkin itu saja yang saya dapat sampaikan kali ini di situs organisasi.org ini, semoga dapat membantu.

Money Oriented dan Budak Sistem dalam MLM

Saya melihat, ada sisi positif dan negatif dalam mlm. Tetapi menurut saya, setiap bisnis tentu mempunyai sisi positif dan negatif. Yang ditawarkan pertama kali dalam ajakan mlm ini adalah kekayaan. harta melimpah, penghasilan besar dan hidup mewah. Menurut saya INI BUKAN TUJUAN HIDUP. Dari sini saya melihat bahwa mlm yang ditawarkan kepada saya itu berupa ajakan untuk hidup demi uang. Hal kedua yang diberikan adalah penjelasan mengenai sistem. Mereka memperkenalkan suatu sistem canggih yang struktur organisasinya begitu kokoh. TETAPI, pengenalan tentang produk tidak dijelaskan di depan. Saya bertanya tanya mengenai produk namun penjelasan bertitik berat pada struktur. Menurut saya, ini suatu hal yang tidak baik. Karena sebagai awam ekonomi pun saya sadar bahwa pengenalan akan produk adalah yang nomor satu. Kemudian, mereka memberikan rekaman video tentang pembagian hadiah dan mobil-mobil mewah. Buat saya, ini mimpi yang ditawarkan. Semacam angan-angan yang diberikan ketika kita masih balita dan dijanjikan oleh ayah kita, sepeda baru. Bagi saya, ini penghinaan terhadap intelektualitas saya.

Tidak semua orang berpikir seperti saya. Ada yang tergiur dengan mudah akan mobil, villa, dan harta lain nya. Tapi sekali lagi ini menurut saya, nilai seorang manusia tidak dilihat dari kekayaan nya. Saya lebih suka bekerja dengan keahlian saya dan berdasarkan pikiran saya. Sedangkan mereka yang menawarkan mlm tadi, mengatakan pada saya bahwa mlm tidak butuh keahlian, tidak butuh pendidikan tinggi dan tidak butuh latar belakang yang bagus.

Kesimpulan saya, saya tidak cocok dengan bisnis mlm. karena,

PERTAMA, saya orang yang bekerja berdasarkan mood. sedangkan bagi saya, mlm harus dijalankan dengan ketekunan ekstra.

KEDUA, mereka yang menawarkan mlm pada saya, sungguh bermental MONEY ORIENTED. sedangkan saya lebih mengejar pendidikan yang baik. Lalu yang

KETIGA adalah, tidak semua orang bisa mengerjakan mlm. Butuh keahlian presentasi, meyakinkan orang dan kepercayaan. Bukan TANPA KEAHLIAN.

saya tidak katakan sistem mlm MURNI jelek. Saya juga tidak mau sombong dan menjelek jelekan, Tetapi saya lebih bangga naik mobil kijang tetapi berpendidikan s2 daripada naik BMW tetapi berpendidikan sd.

Ruang Lingkup Pemasaran Produk MLM / Multi Level Marketing

Kenapa produk mlm itu mirip seperti produk black market / underground yang hanya bisa didistribusikan dalam suatu lingkungan yang khusus? Mungkin ini adalah suatu cara membangun jaringan milti level yang baik sehingga membentuk konsumen dan sales yang fanatik yang sulit tergoyahkan oleh tawaran produk lain. Jelas sulit tergoda karena dengan menggunakan / memasarkan produk mlm, seseorang akan mendapatkan benefit tambahan dari perusahaan.

Apakah distribusi produk mlm itu efisien sehingga tidak membutuhkan banyak biaya promosi dan distribusi? Saya rasa tidak juga. Produk mlm itu didistribusikan ke agen produk atau istilah keren mlmnya stokis / stockist yang mirip distribusi dari pabrik ke distributor dan agen. Para anggota mlm harus bersusah payah mengambil barang ke stokis untuk dijual ke downline maupun konsumen non anggota. Untuk promosi dan membangun jaringan mlm yang kuat, baik perusahaan maupun anggota mlm akan mengadakan acara gathering, prospek, dsb disertai alat-alat promosi seperti brosur, video, flyer, dsb yang terkadang harus diusahakan oleh anggota mlm itu sendiri.

Dari produk dan harga produk mlm pun terlihat jelas bahwa yang dijual adalah produk yang baru, unik, tidak ada pesaing dekat, dsb agar konsumen yakin bahwa produk tersebut adalah eksklusif, sangat kita butuhkan, dan harganya murah / wajar. Padahal saya rasa biaya produksinya murah jika dibandingkan harga jual.

Marjin / selisih antara biaya produksi dan harga jual yang tinggi itulah yang akan dibagikan ke perusahaan dan para anggota mlm demi memperkaya mereka agar janji bisa kaya dengan jualan produk mlm bukan isapan jempol belaka. Jika harga produk murah tidak jauh dari biaya produksi maka keuntungan akan sangat sedikit yang dibagikan ke anggota mlm sehingga mereka tidak akan pernah menjadi kaya hanya dengan menjual sedikit produk. Itulah mengapa anggota mlm yang hanya menjual produk tidak terlalu banyak bisa diperkaya ole perusahaan. Syarat agar anggota bisa lebih kaya adalah dengan mengajak orang lain menjual produk tersebut, itulah sebabnya anggota mlm berlomba-lomba mencari downline dan menjadi upline yang baik.

Pada sistem distribusi biasa non mlm, barang akan didistribusikan dalam jumlah yang cukup besar kepada para pengecer karena mereka mengetahui bahwa membeli dalam jumlah yang kecil adalah kerugian. Promosi dilakukan dengan dana yang kecil maupun besar dengan tujuan untuk memberikan informasi, mempopulerkan produk, meningkatkan kesetiaan pelanggan, membangun brand, dsb demi meningkatkan penjualan yang alami tanpa campur tangan iming-iming kekayaan melimpah.

Jadi sistem mlm dari sisi efisiensi biaya produksi dan harga jual adalah tidak efisien. Jika produk mlm dijual ke pasar biasa nonmlm yang tidak begitu memperhatikan keunggulan produk dan aspek pemasaran alami lainnya, maka produk tersebut bisa gagal di pasaran. Dari harga jual mungkin 10% adalah biaya produksi, 20% keuntungan perusahaan dan 70% untuk memperkaya anggota mlm.

Memperkaya Upline Saja

ikut MLM hanya memperkaya upline saja, downline hanya dicekoki kata-kata yang muluk-muluk bahkan terkesan sok suci dan sok semangat. banyak kata-kata yang keluar dari mulut upline hanya bohong belaka. banyak anggota mlm mengatakan mereka ikut mlm hasilnya besar, ternyata mereka keadaan ekonominya sungguh memprihatinkan bahkan tragisnya ada seorang PNS yang keluar dari pekerjaannya dan fulltime di mlm, sungguh suatu keputusan yang bodoh. padahal sekarang ini PNS kesejahteraannya cukup baik. saya sempat melihat print out income dari upline-upline, ternyata hasilnya minim sekali, bahkan buat makan seminggu saja tidak cukup. padahal mereka gembar gembor tentang sisi positif mlm. saya sudah ikut mlm selama 8 bulan, jadi saya tahu benar tentang kebusukan-kebusukan mlm dan tipu daya mereka. ternyata yang benar-benar sukses itu hanya sekitar 5 orang saja, sedangkan yang ratusan ribu lainnya adalah para korban, korban yang telah mengalami cuci otak..sungghuh kasihan…

MLM = SCAM

SURVEY di US LEBIH DARI 99% MEMBER MLM RUGI …

HANYA … DEDENGKOTNYA SAJA YANG UNTUNG.
http://www.mlm-thetruth.com/ShockingMLMstats.htm

BACA 10 KEBOHONGAN MLM :
http://www.mlmwatch.org/01General/10lies.html

http://www.mlmwatch.org/01General/mlmlies.html

http://www.mlmwatch.org/01General/mirage.htm

Perhatian :
Artikel ini hanya suatu pandangan perorangan saja yang bersifat subjektif dan bukan suatu fakta mlm secara umum. Diharapkan anda dapat lebih bijaksana dalam menentukan mlm baik dan buruk sebelum bergabung. Silahkan berikan pandangan anda. Mungkin pecinta mlm akan marah dan geram dengan artikel sampah ini. Terima kasih semoga sukses buat anda dan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: